Senin, 02 Juli 2012

BAB I

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DALAM RANGKA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA  DI SMAN 14 GARUT TAHUN 2012
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada tahun 2010 Organisasi Kesehatan Dunia World Healty Organitation (WHO) menyatakan penyakit tidak menular  merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia dalam hal ini kanker sebagai penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung dan pembuluh darah. WHO dan Bank Dunia memperkirakan setiap tahun, terdapat 12 juta manusia di dunia yang menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia. Apabila  tidak dikendalikan, maka diperkirakan pada tahun 2030 ada 26 juta orang yang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya akan meninggal dunia Ironisnya, kejadian ini akan terjadi lebih cepat di negara miskin dan berkembang (International Union Against Cancer /UICC,2009).
Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka mencapai 13% (7,4 juta) dari semua kematian setiap tahunnya. Tujuh puluh persen (70%) dari kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. (WHO, 2010).
Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan DM. Hal ini terlihat dari berbagai data kanker yang dipublikasikan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kanker. (Riskesdas, 2009).   
 Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2011, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien kanker rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%).  Hal ini sama dengan estimasi Globocan (IACR) tahun 2002. Kanker tertinggi yang di derita wanita Indonesia adalah kanker payudara dengan angka kejadian 26 per 100.000 perempuan, disusul kanker leher rahim dengan 16 per 100.000 perempuan. (Riskesdas, 2009).
Jumlah penderita kanker yang datang mengunjungi Yayasan Kanker Indosenia tercatat sebanyak 115 Orang selama pertengahan tahun 2011 dimana 15 orang lainnya positif terkena kanker payudara dan 100 orang sisanya terkenan tumor jinak payudara. (YKI, 2011)
Sedangkan berdasarkan data yang diperoleh dari RSHS di Provinsi Jawa Barat selama Tahun 2011 Jumlah kunjungan pasen dengan keluhan menderita benjolan pada payudara atau kanker payudara mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebanyak 1.502  terdiri dari criteria remaja berumur 11-24 tahun sebanyak 45 0rang sedangkan usia 25-44 tahun sebnyak 673 orang dan usia lebih dari 45 tahun sebagai sisanya masih menempati urutan pertama jumlah penderita kanker payudara. (Propil RSHS 2011)
Garut merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat mempunyai dua rumah sakit rujukan dari beberapa puskesmas sekabupaten yaitu RSU dr. Slamet Dan RS umum Talun, menurut data yang di peroleh dari RSU dr. Slamet Garut Khususnya Bagian poli bedah selama enam bulan terakhir poli bedah banyak dikunjungi pasen rujukan puskesmas dengan keluhan merasakan adanya benjolan pada payudara yang kebanyakan di dominasi oleh remaja putri berusia 11 -20 tahun yaitu sebanyak 20 orang yang belum diketahui jenis kankernya. (Poli Bedah RSU dr. Slamet Garut 2012)
 Kejadian penyakit kanker dipengaruhi banyak faktor risiko, seperti merokok dan atau terkena paparan asap rokok, mengkonsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet pada kulit, obesitas, diet tidak sehat, dan kurang aktifitas fisik. Para ahli memperkirakan bahwa 40% kanker dapat dicegah dengan mengurangi dan menghindari faktor risiko. Salah satu faktor risiko yang menyebabkan tingginya kejadian kanker di Indonesia yaitu prevalensi merokok 23,7%, obesitas umum penduduk berusia ≥ 15 tahun pada laki-laki 13,9% dan pada perempuan 23,8%. Prevalensi kurang konsumsi buah dan sayur 93,6%, konsumsi makanan diawetkan 6,3%, makanan berlemak 12,8%, dan makanan dengan penyedap 77,8%. Sedangkan prevalensi kurang aktivitas fisik sebesar 48,2% (data Riskesdas tahun 2009).
Jumlah remaja Indonesia telah mencapai angka 62 juta. Artinya, seperempat penduduk Indonesia adalah remaja, yaitu orang yang berada pada rentang usia antara 10-24 tahun. Jika 35% diantara mereka adalah siswa SMA, artinya dalam 7 tahun kedepan akan ada 20 juta manusia dewasa Indonesia yang idealnya berada pada usia dewasa dan produktif.  Remaja Indonesia menggunakan batasan  usia  11-24 tahun dan belum menikah. (Sarwono 2001)
Berdasarkan hasil penelitian Firmaneni, Malini dan Jamil (2007) di dapatkan bahwa rata-rata wanita yang terdiagnosa stadium lanjut kanker payudara, pada awalnya menemukan adanya benjolan di payudara namun menganggap benjolan tersebut sebagai satu hal yang biasa saja. Ketika di identifikasi faktor-faktor penyebab para wanita yang menderita kanker payudara stadium lanjut datang terlambat ke rumah sakit, di dapatkan data bahwa rata-rata responden memiliki pengetahuan yang kurang (71,43 %) terkait tanda, pemeriksaan dini dan waktu pemeriksaan dini. Terkait dengan sikap dalam melakukan pemeriksaan dini terdapat hampir 100 % mereka yang menderita stadium lanjut memiliki sikap negatif. Berdasarkan hal diatas maka upaya peningkatan pengetahuan dan sikap dari para wanita dalam rangka mencegah terjadinya kanker payudara perlu dilakukan melalui sebuah kegiatan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan menjadi penting karena pemberian informasi yang terus menerus dalam skala yang luas akan meningkatkan kesadaran para wanita dalam meningkatkan kesehatan diri.
Kanker payudara merupakan penyakit yang bisa di deteksi dari awal sehingga sebagai modal dasar bagi wanita dalam mencegah kanker payudara adalah dengan meningkatkanpengetahuan dan sikap dalam upaya mencegah kanker payudara.
SMAN 14 Garut merupakan salah satu sekolah yang terdapat di Kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Sukawening yang berjarak kurang lebih 15 Km dari  kota Garut, keadaan demografis daerah lebih di dominasi oleh pesawahan dan pegunangan. SMAN 14 Garut merupakan satu-satunya sekolah menengah atas  negri yang berda di Kecamatan Sukawening Jumlah siswa yang bersekolah pada  tahun 2011-2012 berjumlah 840 siswa terdiri dari 460 siswi dan 380 siswa,  dimana 290 siswa berada di kelas X, 263 siswa kelas XI, dan 287 siswa kelas XII.
Sebelumnya peneliti telah melakukan studi pendahuluan pada beberapa siswi tentang pengetahuan  siswi  tentang kanker payudara serta deteksi dini sebelumnya, dan di dapat hasil bahwa rata rata siswi tidak mengetahui tentang kanker payudara dan sadari.
Setelah melihat data tersebut diatas maka penulis tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul  Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Dalam Rangka Deteksi Dini Kanker Payudara di SMAN 14 Garut Tahun 2012.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil uraian Latar Belakang diatas maka Rumusan Masalah Dalam Penelitian ini yaitu bagaimana Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Dalam Rangka Deteksi Dini Kanker Payudara di SMAN 14 Garut Tahun 2012.

1.3  Ruang lingkup
Ruang lingkup dalam penelitian ini meliputi Pengaruh Penyuluhan tentang sadari Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Dalam Rangka Deteksi Dini Kanker Payudara di SMAN 14 Garut Tahun 2012.
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Dalam Rangka Deteksi Dini Kanker Payudara di SMAN 14 Garut Tahun 2012.

1.4.2 Tujuan Khusus
1.      Mengetahui Pengetahuan dan sikap siswi tentang deteksi dini kanker payudara atau sadari sebelum diberikan Penyuluhan.
2.      Mengetahui Pengetahuan dan sikap siswi tentang deteksi dini kanker payudara atau sadari setelah diberikan Penyuluhan.

1.5 Manfaat
1.5.1 Bagi Peneliti
Dapat membandingkan antara teori yang direkomendasikan dengan dan kenyataan yang ditemukan dilapangan, serta dengan melaksanakan tugas ini  dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang bersipat empirik maupun teoritis.

1.5.2  Bagi lembaga pendidikan
Dapat memberikan masukan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat bagi pihak akademik khususnya dan bagi mahasiswa STIKES pada umumnya.

1.5.Bagi SMA 14 Garut
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu yang berkait dengan pengetahuan deteksi dini kanker payudara di SMAN 14 Garut.

1.5.Bagi Mahasiswa
Dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi bagi peneliti berikutnya, agar lebih baik dalam penelitian selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar